Import Beras Lawan import turis

Leave a comment

February 18, 2013 by AlifAnandito

jika kita menonton, mendengar atau membaca media tentu familiar dengan kata ‘impor’. Semakin hari bangsa Indonesia semakin akrab dengan kata impor. Tidak saja impor beras, gula, dan garam; paku pun harus diimpor dari negeri China. Sepertinya bangsa ini tidak berdaya untuk memberikan kehidupan pada 250 juta penduduknya tanpa impor.

Kementerian Perdagangan sudah sejak lama giat mengimpor berbagai komoditas dari seluruh penjuru dunia, terutama kini China. Dampaknya industri kita mati suri karena banyak industriawan kita beralih menjadi importir/pedagang akibat buruknya tata kelola administrasi negara termasuk perizinan dan banyaknya preman, baik yang berseragam maupun tidak. Mereka mempersulit tumbuhnya industri di Indonesia.

Semua jenis barang dan jasa mengalir deras dan bebas ke Indonesia. Hanya satu yang sampai saat ini kita masih belum sukses mengimpor, yaitu turis. Tahun 2012 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ditargetkan dapat mengimpor 8 juta turis asing dan tahun 2013 naik menjadi 9 juta orang dengan anggaran yang terbatas. Sanggupkah ?

Seharusnya sanggup karena impor turis bisa menambah devisa dan membuat neraca perdagangan positif. Sedangkan impor barang dan jasa lainnya mengeluarkan devisa dan membuat neraca perdagangan negatif. Apalagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini kan ahli impor barang kala menjadi Menteri Perdagangan.

Kendala Yang Dihadapi Indonesia

Dari acara China International Travel Mart (CITM) 2012 di Shanghai, yang berlangsung pada t15 – 18 Nopember 2012 dan diikuti oleh negara di lima benua, Indonesia menampilkan stan yang menarik untuk dijadikan tempat berbisnis wisata oleh sekitar 35 travel agen dari Indonesia yang menawarkan berbagai tujuan wisata di tanah air.

Sumber
Dari pengamatan dan sedikit berbincang dengan beberapa oficial stan negara-negara ASEAN lainnya di CITM tersebut, seperti Malaysia dan Singapura, Indonesia mempunyai lebih banyak ragam obyek wisata dan budaya seperti yang ditampilkan selama pameran. Namun profesionalisme penanganan stan di CITM, Indonesia kalah bagus dengan dua negara tersebut.

Untuk wisatawan asal China sendiri tahun ini Pemerintah menargetkan ada 600 ribu dan tahun depan 1 juta wisman datang ke Indonesia. Tahun ini sendiri orang China yang berlibur ke luar China, umumnya ke Hong Kong dan Macau, berjumlah 60 juta orang. Seharusnya target 1 juta orang berkunjung ke Indonesia tidak sulit dicapai. Hanya saja beberapa kendala memang menghadang target tersebut, antara lain adalah konektivitas trasportasi dan profesionalisme penanganan turis.

Konektivitas yang paling utama adalah angkutan udara. Garuda Indonesia terbang dari Shanghai, Guangzhou dan Beijing hampir setiap hari dengan pesawat Airbus 330 – 200. Sementara China Eastern, Southern China, Cathay Pacific dll juga terbang dengan pesawat berdaya angkut lebih besar dan kadang dengan tiket lebih murah dengan destinasi Jakarta (CGK) dan Denpasar (DPS) yang trafiknya sudah sangat padat.

Memang di Indonesia ada 29 bandara Internasional, namun tidak semuanya bisa menjadi bandara destinasi wisatawan asing. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus mengatur atau menentukan bandara mana yang bisa menjadi port of entry utama para wisatawan asing. Sehingga tidak semua airline asing bisa mendarat di semua bandara internasional yang ada Indonesia. Semua maskapai asing harus masuk pada asas resiprokalitas penerbangan, supaya tidak ada sabotase dan maskapai Indonesia memperoleh manfaat lebih di negara sendiri.

Persoalan lain banyaknya organisasi profesi atau kelompok yang terkait dengan pariwisata sering tidak sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekrav), khususnya dalam melakukan promosi pariwisata di luar negeri. Kadang keberadaan mereka bukannya membantu promosi tetapi membingungkan para pelaku bisnis pariwisata tersebut.

Selain itu Dinas Pariwisata Daerah juga masih lamban dalam memburu wisatawan asing. Komunikasi dengan Kemenparekrav juga tidak lancar. Mereka belum menggunakan komunikasi on line secara optimal. Masih berharap ada surat formal yang dikirim secara konvensional, bukan melalui email. Sehingga persiapan dalam misi bisnis seperti CITM minim dan kurang efektif untuk menjaring wisatawan asing.

Langkah Yang Harus Dilakukan Pemerintah

Pertama, Kemenhub harus mengatur perolehan slot maskapai asing pembawa para turis ke Indonesia di beberapa bandara Internasional saja, sesuai dengan ASEAN Open Sky Policy yang akan mulai berlaku 2015 mendatang. Selain itu Kemenhub bersama maskapai nasional juga mengatur konektiviti dari port of entry ke beberapa bandara destinasi wisata secara baik dan terkoneksi dengan penerbangan domestik ke beberapa kota tujuan wisata.

Pengaturan konektivitas yang prima dapat memudahkan para turis menuju destinasinya di Indonesia tanpa harus menunggu terlalu lama untuk transit. Pengaturan slot saat ini ditangani oleh Dewan Slot atas nama Menteri Perhubungan.

Kedua, Maskapai penerbangan nasional yang mempunyai jalur internasional harus bisa memproleh slot di golden time (pagi dan sore) dari otoritas penerbangan setempat supaya bisa mengangkut turis ke tanah air secara optimal dengan harga bersaing. Kalau maskapai domestik kita tidak diberi slot golden time, Kemenhub juga jangan memberikan slot golden time kepada maskapai negara tersebut di bandara-bandara port of entry, apa pun alasannya demi penegakan azas resiprokalitas.

Ketiga, selain konektiviti dengan penerbangan domestik, alat transportasi lain seperti kereta api (di P. Jawa), bis untuk overland juga harus dijadwal dengan baik supaya turis nyaman. Demikian pula terkait dengan pelabuhan jika turis mancanegara datang dengan kapal laut (cruise).

Terakhir jika ingin ‘impor turis asing’ optimal dan memenuhi target tahunan, maka pola manajemen promosi pariwisata tidak lagi primitif dan sporadis. Pastikan hanya berpromosi ke negara yang warganya tertarik datang ke Indonesia sebagai destinasi utama berdasarkan riset lembaga global. Pastikan iklan pariwisata kita ditayangkan di media yang menjangkau Negara sasaran, jangan hanya di media nasional. Juga gunakan kekuatan media sosial untuk promosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TDA Depok

Kementrian Pertanian

Info Beras Barokah

senin - minggu buka jam 05.00 - 20.00

Pengunjung Beras Barokah

  • 375,731 Kunjungan

Toko Beras Barokah

Maaf, kami libur sampai tanggal 10 januari
%d bloggers like this: